Jumat, 31 Agustus 2012

Indonesia-Suriname Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan

Jakarta -- Indonesia dan Suriname merupakan dua negara yang memiliki ikatan budaya yang sangat kuat. Hal ini ditandai dengan banyaknya warga Suriname keturunan Jawa (20 persen) yang tinggal dan menetap di Suriname. Mengingat adanya hubungan historis yang erat ini maka kedua negara berkeinginan untuk saling mempererat kerja sama terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, ada tiga bentuk kerja sama yang dapat dijalin dengan Suriname yaitu; melalui Beasiswa Darmasiswa, pertukaran  dosen melalui kerja sama antar universitas kedua negara, dan di bidang Kebudayaan. "Di samping kerja sama antar pemerintah kita juga perkuat kerja sama people to people. Filosofinya adalah mencari persamaan budaya dan bukan perbedaan," katanya saat menerima Duta Besar Suriname Titi Amina Pardi di Kemdikbud, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2012.
Sejak tahun 1974 terdapat sebanyak 16 peserta penerima beasiswa  berkewarganegaraan Suriname dan delapan peserta program S2 (master) melalui Kemitraan Negara Berkembang (KNB Selatan-Selatan).
Titi menyampaikan, banyak kerja sama yang dapat dijalin oleh kedua negara salah satunya di bidang diaspora. Menurut dia, ada banyak kesamaan antara Indonesia dan Suriname terutama di bidang budaya. "Banyak hal yang dapat kita bagi," ujar wanita keturunan Semarang ini.
Titi menyampaikan, salah satu kerja sama yang telah dilakukan adalah kerja sama kota kembar (sister city) antara kota Yogyakarta dengan Distrik Commewijne pada akhir tahun 2009. Pemerintah Commewijne tertarik untuk bekerjasama dengan Kota Yogyakarta terutama di bidang teknologi pertanian. Hal itu disebabkan sebagian besar wilayah Commewijne terdiri atas daerah pertanian terutama perkebunan tebu, pisang, dan padi. (ASW)

Minggu, 19 Agustus 2012

Alokasi Anggaran Pendidikan 2013 Rp 331,8 Triliun

Jakarta -- Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan pada 2013 sebanyak Rp 331,8 triliun.  Alokasi anggaran tersebut naik sebanyak 6,7 persen dibandingkan alokasi tahun ini sebanyak Rp 310,8 triliun. Sebelumnya  pada 2011, anggaran pendidikan mencapai Rp 266,9 triliun.
Hal tersebut disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato dalam rangka pengantar keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013 dan nota keuangannya pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2012-2013 di Ruang Rapat Paripurna I MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/08/2012).
Dari alokasi anggaran pendidikan  tersebut  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendapatkan alokasi anggaran sebanyak Rp 66 triliun. "Alhamdulillah dalam RAPBN 2013 mendatang kita tetap dapat memenuhi konstitusi untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN," kata Presiden SBY.
Presiden mengatakan,  anggaran pendidikan yang makin besar itu harus digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jangkauan pemerataan pendidikan. Selain itu, untuk meningkatkan partisipasi pendidikan di semua jenjang pendidikan. "Alokasi anggaran pendidikan tetap kita prioritaskan untuk melanjutkan pemberian bantuan operasional sekolah atau BOS bagi 45 juta siswa setingkat sd/madrasah ibtidaiyah/salafiyah ula dan SMP/madrasah tsanawiyah/salafiyah wustha," katanya.(ASW)

Mendikbud Ajak Insan Pendidikan dan Kebudayaan Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Jakarta --- Momentum memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-67 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diwarnai dengan penyerahan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada 171 pegawai Kemdikbud atas jasa jasanya dalam memberikan darma baktinya yang besar terhadap negara dan bangsa Indonesia secara terus-menerus sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh atas nama Pemerintah Republik Indonesia berkenan menyematkan penghargaan satya lencana tersebut dalam upacara yang digelar di halaman Kemdikbud. Penghargaan ini diberikan pada PNS Kemdikbud dengan masa kerja 10, 20, dan 30 tahun.
Dalam sambutannya, Mendikbud mengajak segenap pegawai Kemdikbud dan seluruh insan pendidikan untuk bergerak bersama-sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. "Dengan berbagai kebijakan serta partisipasi masyarakat yang tinggi, kita yakin bahwa akses ke dunia pendidikan semakin luas," katanya.
Mendikbud juga menyampaikan, beberapa hal yang mendesak untuk ditanamkan dan diperkuat melalui dunia pendidikan dan kebudayaan. Hal tersebut ditanamkan melalui penguatan kultur sekolah dan kampus dalam membangun karakter yaitu 1) Memperkuat tradisi akademik melalui budaya nalar dan kejujuran; 2) Menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme; 3) Menumbuhkan cinta damai, toleransi, saling menghargai dan menghormati 4) Menanamkan nilai-nilai demokrasi dan 5) Membudayakan kepatuhan terhadap pranata hukum katanya. (AR)

Syiar Idul Fitri di Dunia Islam

Takbir berkumandang di setiap Masjid, Langgar, Surau bahkan Rumah dan telinga pun tak bosannya untuk mendengarkan bahkan mulut pun ikut membacakan Asma Allah. Rasa sedih yang dirasakan ketika Ramadhan berlalu dan rasa haru juga menyelimuti ketika menyambut Idul Fitri 1433 H, dan ini hanyalah dirasakan bagi mereka yang beriman dan beramal sholeh yaitu bagi mereka yang memanfaatkan Bulan Suci Ramadhan dengan meningkatkan ketaqwaan mereka kepada Allah SWT. 
Inilah Kemeriahan menyambut hari raya Idul Fitri, menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-menurun dari generasi ke generasi. Tak hanya di Tanah Air, kebiasaan itu juga berlangsung di mancanegara terlebih lebih di Negara Timur Tengah. Di Indonesia, ada banyak ragam dalam penyambutan hari kemenangan ini  yaitu bagi orang Jawa disebut “Ngidul Fitri” dan bagi masyarakat Sunda terkenal dengan “Boboran Syiam”.
Seperti dikutip dari berbagai sumber, tiap daerah memiliki cara yang khas menyambut Idul Fitri. Kebanyakan aktivitas tersebut dilakukan pada malam hari ketika takbir dikumandangkan. Di Riau, misalnya, malam takbiran dimeriahkan dengan tradisi pemasangan lampu colok. Bahan pembuatan lampu ini cukup sederhana. Terdiri atas kaleng bekas dan sumbu dengan bahan bakarnya minyak tanah. Lampu-lampu itu kemudian disusun menyerupai kubah masjid dan dihiasi dengan rangkaian kaligrafi.
Tradisi ini, selain bernilai syiar, akhirnya juga dijadikan komoditas perlombaaan yang mendorong kreativitas warga. Di Kota Mataram dan Palangkaraya, semarak malam takbiran menyambut Idul Fitri dimeriahkan dengan Pawai Takbiran. Para peserta pawai ini terdiri atas kafilah-kafilah. Setiap kafilah atau regu tersebut beranggotakan minimal 100 orang. Jumlah maksimalnya tidak dibatasi. Biasanya, dengan inovasi tiap-tiap regu, mereka membawa bendera, lampion, miniatur masjid, beduk , dan perlengkapan lainnya.
Cara unik sambut Idul Fitri juga dilakukan oleh sebagian warga Seruyan, Kabupaten Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah. Mereka mempunyai tradisi “Pawai Obor” dan tak kalah hebatnya lagi di daerah Martapura, Kalimanta Selatan yakni tradisi "perang meriam bambu" yang dikenal dengan sebutan meriam bambu ini berlangsung sepanjang Ramadhan. Mereka mengisi waktu menunggu berbuka dan sahur dengan saling berperang meriam. Puncaknya ialah malam takbiran. Hampir tiap rumah menyiapkan meriamnya masing-masing. Dan, suara meriam pun saling bersautan, mengiringi gema takbir.
Gempita menyambut Hari Raya Idul Fitri terlihat pula di sejumlah kawasan Asia Tenggara. Misalnya, di Malaysia, Singapura, dan Brunei. Di beberapa wilayah perkampungan, sekelompok masyarakat menyalakan pelita atau panjut. Kedua istilah tersebut, di Tanah Air lebih akrab disebut obor. Pemandangan sedikit berbeda terjadi di Filipina. Minoritas Muslim di negara tersebut kurang akrab dengan segudang tradisi itu, tetapi mereka mendapat hak merayakannya. Hari Idul Fitri juga diatur sebagai hari libur nasional. Ini tertuang dalam Republic Act No 9177.
Di Asia Selatan, seperti Bangladesh, India, dan Pakistan, dikenal istilah “Chand Raat”. Tradisi ini disebut juga malam bulan. Warga Muslim di negara-negara itu berbondongbondong mengunjungi pusat perbelanjaan.
Bagi perempuan belia, mereka menghiasi tangan mereka dengan hena, lukisan tangan berbahan tradisional. Kebiasaan berkunjung ke sanak famili dan berbagi uang juga dikenal di daerah-daerah ini. Sejumlah event juga digelar khusus menyambut Idul Fitri, mulai dari pesta hingga bazar murah.
Kemeriahan menyambut Idul Fitri juga bisa dilihat di Xinjiang, Cina. Masyarakat Muslim di kawasan itu, menyambut hari raya dengan mengenakan pakaian khas. Bagi pria, mereka memakai jas khas dengan peci putih. Sedangkan, di pihak perempuan, mereka menggunakan baju hangat dan kerudung setengah tutup. Saling bersilaturahim dan menghadiri pesta juga dilakukan warga Muslim Xinjiang.
Keunikan juga terlihat di Turki. Masyarakat Muslim negara kelahiran tokoh sufi ternama Jalaluddin Rumi itu mengenal Bayram, istilah lain untuk Idul Fitri. Pakaian tradisional masyarakat negara ini banyak dipakai saat Lebaran. Mereka sengaja memilih yang terbaik. Busana ini dikenal dengan Bayramlik. Tradisi saling mengunjungi antar saudara dan handai tolan termasuk tradisi yang digemari Muslim yang pernah dipimpin oleh Mustafa Kemal At Taturk ini. Subhanallah sungguh Indah Tradisi Islam ketika Menyambut Hari Kemenangan yaitu Idul Fitri 1433 H/2012 M, (Penulis : Muamar)

Jumat, 17 Agustus 2012

Napak Tilas Proklamasi sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter

Jakarta – Satu hari menjelang peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, dilakukan Napak Tilas Proklamasi yang dimulai di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta. Pelepasan Napak Tilas Proklamasi diawali dengan orasi perjuangan tentang peranan Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dilanjutkan sambutan Direktur Pelestarian Cagar Alam dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Surya Helmi.
Maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini, sebagai upaya penyebarluasan informasi museum dan sejarah kepada masyarakat, agar masyarakat lebih memahami dan menyadari fungsi dan peranan gedung bersejarah perjuangan bangsa. Tumbuhnya kesadaran menghargai dan meneladani tokoh-tokoh bangsa yang sangat besar jasanya bagi bangsa dan negara.
Hal ini sekaligus juga menjadi pendidikan karakter bagi generasi muda, sehingga tumbuh pula jiwa semangat nasionalisme dan patriotisme. Selain itu juga untuk memfasilitasi partisipasi masyarakat luas dalam suatu kegiatan yang diselenggarakan museum maupun masyarakat itu sendiri, dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya.
Peserta Napak Tilas Proklamasi berjumlah kurang lebih 1000 orang yang terdiri dari tokoh-tokoh angkatan’45, Wirawati Catur Panca, siswa, mahasiswa, sahabat museum, pramuka, Anjungan Taman Mini Indonesia Indah, komunitas sejarah, sepeda onthel, konvoi motor gede, dan instansi terkait lainnya, dengan berjalan kaki diiringi lagu-lagu perjuangan, drum band, dan kirab bendera. Napak Tilas Proklamasi akan berakhir di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, di mana tempat Naskah Proklamasi dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia. (***)

Presiden Berkomitmen Tingkatkan Anggaran Pendidikan

Jakarta -- Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. "Anggaran pendidikan akan terus ditingkatkan agar reformasi terwujud," kata Presiden ketika menyampaikan Pidato Kenegaraan pada HUT ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI di depan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/8).
Peningkatan anggaran juga memungkinkan terjadinya perluasan akses dan peningkatan kualitas di seluruh jenjang pendidikan. Saat ini Indonesia telah menyelesaikan Program Wajib Belajar 9 Tahun. Program ini terus  diupayakan secara bertahap ke dalam program Pendidikan Menengah Universal sebagai rintisan Program Wajib Belajar 12 Tahun. "Kita ingin anak-anak bangsa di seluruh penjuru tanah air dapat mengenyam pendidikan dasar dan menengah secara lebih merata dan berkualitas," ujar Presiden.
Di samping perluasan akses ke jenjang pendidikan dasar dan menengah, Presiden mengatakan bahwa akses ke jenjang pendidikan tinggi juga terus diperluas. Pemerintah akan menyediakan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan Beasiswa Bidikmisi bagi pelajar berprestasi dari keluarga tak mampu. Selain itu, pemerintah juga akan membangun Akademi Komunitas secara bertahap di setiap kabupaten dan kota.
Lebih lanjut Presiden menyatakan bahwa cita-cita mulia mewujudkan Program Pendidikan Menengah 12 Tahun, harus dijalankan dengan memperhatikan kemampuan fiskal pemerintah pusat dan daerah. "Pemerintah Daerah Provinsi, perlu mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembiayaan program ini," kata Presiden.
Pemerintah juga berkomitmen memerhatikan nasib para tenaga pendidik. Menurut Presiden, keberhasilan program pendidikan, baik pendidikan dasar maupun menengah, sangat ditentukan oleh ketersediaan guru dalam jumlah, distribusi, dan kompetensi yang sesuai. Sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru, pemerintah menjalankan kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas guru. "Dengan cara itulah, terdapat korelasi positif antara peningkatan kesejahteraan dengan peningkatan kinerjanya," ujar Presiden.
Presiden mengatakan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Presiden mengajak seluruh Bangsa Indonesia agar tetap optimis, dalam sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, anak-anak bangsa siap menyambut 'Indonesia Emas'. (PIH)

171 PNS Kemdikbud Terima Satyalencana Karya Satya

Jakarta --- Sejak pukul 06.30 WIB, sebanyak 171  pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penerima penghargaan Satyalencana Karya Satya sudah bersiap di tempat  upacara Peringatan HUT ke-67 Republik Indonesia.
Dengan mengenakan setelan jas berdasi dan pakaian kebaya bagi wanita itu, mereka duduk di podium dengan sabar menanti penyematan penghargaan yang langsung disemakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, di Halaman Kantor Kemdikbud, Jumat, 17 Agustus 2012.
Ketika upacara tengah berlangsung tepatnya pukul 07.25, pembawa acara memanggil penerima penghargaan satu persatu. Mereka lalu  beranjak dari tempat duduknya berjalan  tegap langkahnya menuju halaman upacara berbaris dua sap siap menerima penghargaan dari Menteri Nuh.
Mendikbud  langsung turun dari podium dan menghampirinya dengan senyuman dan menyematkan Satyalencana Karya Satya satu persatu kepada 171 pegawainya itu, lalu memberikan ucapan selamat dan jabat tangan erat. Para penerima pun menyambutnya dengan mengucapkan terima kasih.   Peristiwa yang bersejarah bagi pegawai yang baru menerima penghargaan itu berlangsung selama 20 menit.  
Bagi Dadang Gandi, staf Biro hukum dan Organsiasi, yang menerima Satyalencana Karya Satya 20 tahun, penghargaan tersebut membanggakannya. Apalagi diberikan langsung oleh Menteri Nuh. ‘’Rasanya seperti bertemu dengan teman,’’ ujar Dadang.
Djoko Pratomo dari Pusat Informasi dan Humas, penerima satyalencana 30 tahun, juga bersyukur mendapat penghargaan tersebut. Baginya yang akan mengakhiri masa tugas November ini, menerima anugerah ini akan menjadi kenangan dalam hidupnya.
I Gusti Ngurah Rai, dari Subbidang Kearsipan, penerima Satyalencana 30 tahun, berjanji lencana berwara emas ini tidak akan dijual. “Akan saya simpan,’’ katanya singkat.
Penghargaan Satyalencana yang diberikan kepada 171 pegawai Kemdikbud itu, terdiri dari pegawai yang telah mengabdi 10 tahun sebanyak 11 orang, 20 tahun sebanyak 95 orang, dan 30 tahun sebanyak 65 orang.
Penghargaan itu, tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 62/TK/2012, tertanggal 6 Agustus 2012, atas darmabaktinya dan kesetiaannya terhadap Pancasila dan UUD 1945, serta pengabdiannya dan tanggung jawabnya dalam menjalankan tugas sebagai pegawai negeri sipil yang telah bekerja selama 10 tahun hingga 30 tahun. Pengabdian, kesetiaan dan tanggung jawab para penerima satyalencana itu, patut menjadi teladan bagi pegawai lainnya. (ST)